Berita Daerah, Berita Kegiatan, lintas-daerah, Warta Pemalang

Tegaskan Pentingnya Karakter dan Integritas Melalui Budaya, DPD LDII Pemalang Hadiri Pagelaran Wayang Golek Hari Jadi Ke-451 Pemalang

Pemalang – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pemalang menghadiri pagelaran Wayang Golek yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang di depan gerbang Pendopo Kabupaten, Selasa (27/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Pemalang yang ke-451.

Pagelaran yang membawakan lakon “Pangeran Purbaya” ini dihadiri langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widyantoro, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Anom mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Jawa agar tidak tergerus oleh derasnya arus perubahan zaman.

“Lakon Pangeran Purbaya dipilih bukan tanpa alasan. Di dalamnya terkandung nilai-nilai moral yang sangat relevan dengan tantangan zaman sekarang, terutama mengenai integritas yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin dalam membangun Kabupaten Pemalang,” ujar Bupati Anom.

Hadir mewakili organisasi, Dewan Penasihat DPD LDII Pemalang, H. Sugito, didampingi Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga, Siswo Sukarno. LDII memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten yang tetap berkomitmen dalam upaya “nguri-uri” (melestarikan) kebudayaan daerah di tengah gempuran globalisasi.

Siswo Sukarno menyampaikan bahwa langkah Pemkab Pemalang dalam menggunakan media seni tradisional untuk menyampaikan pesan moral adalah hal yang sangat strategis.

“Globalisasi bergerak sangat masif dan mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan. Namun, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai budaya, masyarakat Pemalang diharapkan tidak kehilangan jati dirinya sebagai anak bangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, DPD LDII Pemalang berharap agar nilai-nilai yang disampaikan melalui tokoh Pangeran Purbaya—seperti integritas, loyalitas, dan kepemimpinan yang kuat—dapat menjadi bahan refleksi bagi seluruh elemen masyarakat maupun pemangku kebijakan.

“Di usia yang sudah memasuki empat abad lebih ini, kita butuh karakter luhur untuk membawa Pemalang menuju visi yang dicanangkan: Menyala, Bercahaya, dan Sejahtera. Integritas adalah pondasi utama pembangunan,” tutupnya. (KIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *