Berita Daerah, Berita Kegiatan, dakwah, lintas-daerah, Warta Pemalang

Pondok Pesantren KH. Zainal Asyikin Bekali Santri Keterampilan Manajemen untuk Membangun Kemandirian Ekonomi

Pemalang – Kemandirian ekonomi menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dipersiapkan sejak dini bagi generasi muda. Menyadari hal tersebut, Pondok Pesantren KH. Zainal Asyikin, Banglarangan, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, membekali para santrinya dengan keterampilan manajemen dan kewirausahaan melalui pelatihan bertema “Berani Menjadi Pengusaha”.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin sampai dengan Selasa (2–3/11/2026), di aula pondok putri tersebut diikuti sekitar 142 santri. Pelatihan menghadirkan Dr. Kustoro, S.E., M.M., M.Pd. sebagai narasumber.

Pembekalan ini dirancang untuk memperluas wawasan santri sekaligus menumbuhkan keberanian dalam melihat dan memanfaatkan peluang usaha. Materi disampaikan secara sederhana dan aplikatif, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep kewirausahaan, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai praktik pengelolaan usaha secara terstruktur.

Dalam pelatihan tersebut, santri diperkenalkan pada tahapan pengelolaan usaha, mulai dari merintis usaha, menyusun administrasi, mengembangkan kegiatan usaha, menjaga keberlangsungan bisnis, hingga menyiapkan regenerasi pengelola. Aspek kepemimpinan juga menjadi perhatian, mengingat keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan keuntungan, tetapi juga kecakapan dalam mengelola sumber daya dan membangun kerja sama.

Literasi keuangan turut menjadi materi penting. Para santri mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan administrasi keuangan, pencatatan transaksi, serta dasar-dasar akuntansi. Kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal agar setiap kegiatan usaha dapat dikelola secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih jauh, pelatihan ini diarahkan untuk mempersiapkan santri agar mampu mengambil peran dalam pengembangan unit-unit usaha, termasuk Usaha Bersama (UB). Melalui pemahaman manajemen dan kaderisasi pengelola, keberlangsungan usaha diharapkan tidak bergantung pada individu tertentu, tetapi dapat terus berjalan dan berkembang secara berkesinambungan.

Dalam prosesnya, semangat kewirausahaan yang ditanamkan juga tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian keuntungan. Para santri diharapkan mampu membangun usaha dengan mengedepankan prinsip kejujuran, tanggung jawab, serta mencari keuntungan yang halal dan barokah.

Untuk mengukur pemahaman peserta, penyelenggara juga melaksanakan evaluasi melalui tes setelah seluruh materi pelatihan disampaikan. Hasil evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengetahui tingkat pemahaman santri sekaligus mendukung proses pembelajaran selanjutnya.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren KH. Zainal Asyikin, pondok pesantren yang berada di bawah naungan DPD LDII Kabupaten Pemalang, berupaya memperkuat peran pendidikan pesantren dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki bekal keagamaan sekaligus kecakapan hidup. Santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, memiliki jiwa kepemimpinan, mampu mengelola usaha secara profesional, serta berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Pembekalan manajemen dan kewirausahaan ini menjadi salah satu langkah untuk membangun generasi santri yang tidak hanya siap menghadapi tantangan masa depan, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memberikan manfaat melalui kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan. (KIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *