Lebih dari Sekadar Kemah: SMA Generasi Unggul Pemalang Padukan Kepramukaan dan Penguatan Karakter Siswa
Pemalang — Menyambut Hari Pramuka ke-65 tahun 2026, SMA Generasi Unggul Pemalang, yang merupakan sekolah di bawah naungan DPD LDII Kabupaten Pemalang, menggelar kegiatan perkemahan bagi seluruh siswa kelas X di halaman sekolah, Kamis (13/8). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui perpaduan kedisiplinan, ketahanan fisik, kebersamaan, dan nilai-nilai keagamaan.
Rangkaian acara diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat. Usai upacara, seluruh peserta langsung diuji fisik dan mentalnya melalui kegiatan lintas alam. Melalui penjelajahan ini, para siswa dilatih untuk siap menghadapi tantangan, mengasah kepedulian lingkungan, serta memupuk jiwa gotong royong.

Tak hanya aktivitas fisik dan kepramukaan, perkemahan ini juga diisi dengan agenda krusial berupa Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di GOR Pondok Pesantren KH Zainal Asyikin Banglarangan. Mengangkat tema “Mencegah Kemaksiatan, 29 Karakter Luhur, dan Menolong Agama Allah”, sesi ini menjadi ruang pembinaan karakter yang interaktif bagi para remaja.
FGD dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren KH Zainal Asyikin Banglarangan, H. Abdurroziq, dengan didampingi tim moderator Ust. Milkhan, Ust. Sidiq, Ust. Jabarudin, Bp. Triyoga Prastawa, dan Ust. Febri Ridwan.
Dalam arahannya, H. Abdurroziq menekankan bahwa kecerdasan akademik harus berjalan seiring dengan benteng iman dan takwa yang kokoh.
“Generasi muda harus dipersiapkan bukan hanya menjadi generasi yang memiliki ilmu, tetapi juga memiliki karakter luhur dan mampu menjaga dirinya dari kemaksiatan. Ilmu yang dimiliki harus diwujudkan dalam perilaku dan akhlak yang baik,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa perlindungan diri dari pergaulan negatif merupakan pondasi utama dalam merancang masa depan yang cerah.
“Mencegah kemaksiatan dimulai dari diri sendiri. Kita harus mampu menjaga hati, pikiran, ucapan, pergaulan, dan perbuatan. Ketika setiap anak mampu menjaga dirinya, maka akan lahir lingkungan yang baik dan generasi yang kuat,” tambahnya.
Melalui FGD tentang “29 Karakter Luhur”, para siswa diajak untuk tidak sekadar memahami teori saja, tetapi membiasakan diri dengan sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan berani dalam kehidupan sehari-hari. Sementara pada subtema “Menolong Agama Allah”, peserta dibekali pemahaman spiritual bahwa kontribusi pada agama tidak selalu lewat hal besar, melainkan bisa diwujudkan melalui ketaatan, menjaga akhlak, serta menebar manfaat bagi sesama.
Sesi FGD berlangsung komunikatif. Para siswa aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan mengenai dinamika pergaulan remaja masa kini serta peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai keagamaan.
Melalui perkemahan ini, SMA Generasi Unggul Ampelgading menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang seimbang antara ilmu, keterampilan, karakter, dan keimanan—siap menyongsong masa depan dengan jiwa kepramukaan dan akhlakul karimah. (KIM)
