Kaya Gizi dan Mudah Didapat, DPD LDII Pemalang Kenalkan Potensi Sorgum Lewat Lomba Kreasi Pangan
Pemalang – Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras dan jagung sebagai bahan pangan pokok perlu diimbangi dengan eksplorasi sumber pangan lokal lainnya. Mengambil langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pemalang menggelar Lomba Kreasi Pangan Lokal Berbasis Sorgum pada Minggu (2/8). Berlangsung di Sekretariat Gabungan (Setgab) Kecamatan Taman, Pemalang, kegiatan ini diselenggarakan sekaligus untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Lomba ini diikuti oleh perwakilan dari 10 Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kabupaten Pemalang. Para peserta mengolah tanaman sorgum—bahan pangan alternatif yang kaya nutrisi namun belum banyak dimanfaatkan masyarakat luas—menjadi aneka produk olahan modern yang menggugah selera, mulai dari kudapan gurih, kue tradisional, hingga minuman bernutrisi tinggi.
Sorgum: Solusi Pangan Lokal yang Kaya Gizi
Secara geografis dan iklim, sorgum merupakan tanaman yang sangat adaptif dan relatif mudah dibudidayakan di lahan kering. Keunggulan sorgum tak hanya terletak pada kemudahan budidayanya, tetapi juga kandungan gizinya. Sorgum memiliki kadar serat yang tinggi, protein, serta indeks glikemik yang lebih rendah dibanding beras, menjadikannya pilihan pangan sehat bagi berbagai kalangan.
Lewat ajang ini, LDII Pemalang ingin mengedukasi masyarakat bahwa diversifikasi pangan tak harus mahal atau rumit. Sorgum terbukti mampu menjadi substitusi maupun pelengkap beras dan jagung tanpa mengorbankan cita rasa.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang, H. Agus Sarwono, menjelaskan bahwa peringatan kemerdekaan tahun ini sengaja diisi dengan agenda yang memiliki dampak sosial dan ekonomi langsung bagi warga.
“Kami ingin mengajak masyarakat luas untuk tidak hanya bergantung pada beras dan jagung. Indonesia kaya akan bahan pangan lokal, dan sorgum adalah salah satu potensi besar yang ada di sekitar kita. Kandungan gizinya luar biasa dan pengolahannya sangat fleksibel. Melalui lomba ini, kami berharap lahir gagasan-gagasan kreatif yang bisa diterapkan di dapur rumah tangga maupun dikembangkan menjadi usaha mikro,” ujarnya di sela-sela acara.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Warga
Inovasi yang ditampilkan para peserta menunjukkan bahwa bahan pangan lokal sederhana dapat dikemas secara menarik dan bernilai jual. Setiap sajian dinilai berdasarkan kreativitas, kandungan gizi, kerapian penyajian, serta potensi komersialnya agar dapat direplikasi oleh masyarakat umum.

Agus menambahkan, kebersamaan dan semangat gotong royong yang ditunjukkan para peserta menjadi cerminan komitmen LDII dalam membina masyarakat yang mandiri, kreatif, dan peduli terhadap isu-isu krusial seperti ketahanan pangan.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Kabupaten Pemalang berharap ragam olahan sorgum dapat makin dikenal luas oleh masyarakat Pemalang, sekaligus menjadi inspirasi gerakan memanfaatkan pangan lokal yang sehat, terjangkau, dan berkelanjutan. (KIM)

Jangan lelah untuk ber inovasi